Rabu, 28 Juli 2021

REVIEW FILM DISNEY'S JUNGLE CRUISE


Sedikit curhatan singkat saya tentang film Disney's Jungle Cruise, film petualangan mencari kitab suci... Eehh salah, maksud saya film petualangan mencari sesuatu yang mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan makhluk hidup. 😆

Okay... Filmnya lumayan seru, berpetualang dengan Captain Frank dan Dr. Lily  di pedalaman hutan sambil melintasi derasnya aliran sungai yang mengamuk cukup membuat filmnya berasa macam lagi berpetualang dengan muridnya Captain Jack Sparrow. 🤣

Sementara chemistry antara Dwayne Johnson as Captain Frank Wolff dan Emily Blunt as Dr. Lily Houghton juga terbangun cukup bagus, mereka tampil dengan cukup natural dan tante Emily tetap cakep walau pasang ekspresi muka datarnya di beberapa adegan, cuman ya si om Dwayne doang dikit-dikit pasti masang muka tegang, jadilah adegan yang harusnya kocak malah berasa tegang. 😂

Saya cukup beri 7.8/10 untuk film Disney's Jungle Cruise karena sudah berhasil memberikan tontonan yang cukup menghibur dan bisa memberikan pengalaman yang cukup seru ala Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl dengan konsep unik yang cukup fresh dalam era semi-modern, tapi sangat di sayangkan pada bagian dialog lawakannya ya kadang garing alias gak lucu, kadang pula lawakannya bikin orang ngakak.

Saya rasa dengan durasi kurang lebih 2 jam ya bisalah menghibur penontonnya, ya namanya juga film popcorn kan ye, jadi ya pasti bakalan menghibur, apalagi ini film petualangan ala Pirates of the Caribbeanloh, tampilan cinematography, scoring (themesong) dan Visual Effectnya juga cukup memukaulah, walau belum semegah franchise Pirates of the Caribbean. 🤭

Yang kangen ama petualangan ala Pirates of the Caribbean yang seru, kocak dan menegangkan, so saya rekomendasikan film Disney's Jungle Cruise untuk kalian tonton di akhir pekan minggu ini, bisa di tonton bareng keluargaloh, wong bersih nih filmnya dari adegan dewasa, cuman ya anak di bawah umur 15 tahun masih perlu di awasi ya sama orang yang lebih dewasa.

Disney's Jungle Cruise akan segera rilis di bioskop dan Disney+ dengan Premiere Access (akan ada biaya tambahan ya) pada tanggal 30 Juli 2021.

Selamat menanti filmnya dan semoga curhatan singkat saya ini bermanfaat ya. 😉




Sabtu, 24 Juli 2021

REVIEW FILM FREE GUY (2021)

Sedikit curhatan singkat saya about film yang asli kocak FREE GUY via nonton di virtual screening kemarin, film ini siap bikin perut kalian bakalan sakit gegara ketawa mulu dah!

"THIS IS NON-SPOILER REVIEW!!"

Here we go, gak usah pakai lama bahasnya dah.. Berikut pembahasan 4 hal penting di dalam film FREE GUY ini:

1. PLOT

Film yang di sutradarai oleh sang maestronya film komedi Shawn Levy (Cheaper by the Dozen, The Pink Panther, Date Night, Real Steel, dan Night at the Museum Trilogy) yang bekerjasama dengan duo penulis handal Matt Lieberman yang kemarin berhasil memberikan cerita yang cukup kocak di film remake animasi The Addams Family (2019) dan Zak Penn yang juga kemarin berhasil memberikan cerita yang keren di film Ready Player One (2019), mereka bertiga berkolaborasi dan benar-benar telah berhasil memberika karya terbaiknya mereka yang lagi-lagi sukses besar membuat orang yang nonton larut dalam cerita di dalam filmnya, hingga sampai lupa tadi habis ketawain adegan yang mana gegara saking asyik dan kocaknya film ini dari menit ke menit yang gak ada hentinya sampai ending.

Plotnya asli dari awal ampe akhir rapih banget, malah kekocakan yang ada di setiap dialog para pemainnya itu telah berhasil tidak menggoyangkan plotnya yang rapih.

Adegan actionnya pun gak ecek-ecekloh, kalau kalian mengira adegan action di Ready Player One itu keren, maka kalian harus lihat dulu setiap adegan action yang ada di dalam film Free Guy ini. Sumpah dah kalian pasti bakalan ngefavoritin film ini sebagai film action/comedy di dalam list kalian punya.

***********

2. CAST

Untuk jajaran castnya mah udeh gak perlu di raguin lagi, this is Ryan Reynolds, dude!

Acting Ryan Reynolds dalam memerankan character Guy the non-player character (NPC) asli gile keren habis dah, Ryan Reynolds berhasil membuat character NPC tersebut bener-bener hidup dan berhasil juga lepas dari bayang-bayang character Wade Wilson aka Deaspool yang udeh cukup melekat di dalam dirinya si Reynolds.

Sementara itu actress Jodie Comer juga gak kalah kerennya dengan Ryan Reynolds dalam menghidupkan character Milly sang Cewe Molotov, bahkan aksinya sebagai Milly juga natural banget sumpah, berasa dia itu udeh macam jadi dirinya sendiri sebagai Milly sang cewe ribet yang sibuk dengan misinya sendiri.

Untuk jajaran cast lainnya ya mayan baguslah pendalaman characternya, tapi ya gak sebagus dua bintang utamanya diatas yo. 🤭

***********

3. Visual Effects (CGI)

Visual Effects (CGI) di dalam film Free Guy ini juga udeh keren banget, malah berasa lihat film Inception (2010), Tron: Legacy (2010) ama Doctor Strange (2016), wong CGInya membuat mata gak mau berkedip gegara saking megah dan detailnya CGI yang ada di dalam film ini. Kalau kalian seorang gamers ya sudah so pasti kalian akan berasa lagi berada di dalam game dengan grafik yang udeh cukup OP gile dah.

***********

4. CINEMATOGRAPHY

Yup, seperti yang saya bilang diatas sebelumnya, kita berasa macam lihat film Inception (2010), Tron: Legacy (2010) ama Doctor Strange (2016), why?

Karena perpaduan CGI ama Cinematographynya udeh asli gile kerennya dah, pergerakan kamera pas ketika adegan actionnya di mulai sumpah keren banget, apalagi pas adegan menuju endingnya ituloh yang si Guy mulai unjuk gigi sebagai pemberontak yang rangkap juga sebagai sang penyelamat yang keren nan kocak ituloh amazing, kalau di nonton di bioskop sepertinya bakalan makin mantap jiwa dah.

***********

KESIMPULAN

Jika kalian penggemar film dengan konsep game seperti Ready Player (2018) dan Tron: Legacy (2010), kalian juga penggemar film dengan cinematography dan CGI yang indah nan megah seperti di film Inception (2010) dan Doctor Strange (2016), serta kalian penggemar comedy seperti comedy kocak yang ada di film The Truman Show (1998) dan juga comedy kocak ala sketch-comedy series macam Key & Peele, so itu artinya kalian sudah cocok banget dah buat nonton film Free Guy ini, karena semuanya terkombinasi dengan baik di dalam film ini.

Kalau kalian pengen lihat film Ready Player One (2018) versi kocak habis ya film Free Guy inilah yang bisa memberikan kalian hal itu, kekocakan yang akan membuat kalian bakalan ketawa di setiap adegannya. Apalagi visualnya juga memanjakan mata bangetloh.

Saya pribadi berani memberi nilai 9.8/10 untuk Free Guy (2021) karena sudah berhasil memberikan tontonan yang totally awesome, entertaining, super duper funny and absolutely beautiful than I expected.

Sumpah dah kalau kalian udeh nonton film Free Guy ini ya kalian akan tahu mana yang lebih keren dan gokil, Ready Player One (2018) or Free Guy (2021).

Kalau saya pribadi ya Free Guy dong, wong visualnya woow dan comedynya kocak gile dah.

So... I highly recommended this film for you guys, apalagi ini film bumbu comedynya ituloh asli kocak. 😂

Nantikan film Free Guy yang akan dirilis pada tanggal 13 Agustus 2021 mendatang, semoga saja nanti jadi tayang di Indonesia ya, soalnya gak sabar mau nonton ulang nih film di layar gede di bioskop.

Sekian curhatan saya kali ini, semoga bermanfaat ya guys.

REVIEW SINGKA "SPECIAL EPISODE KINGDOM: ASHIN OF THE NORTH"

Sedikit curhatan singkat saya tentang episode special Kingdom: Ashin of the North atau sebut saja spin-off perdananya serial Kingdom.


Kingdom: Ashin of the North adalah sebuah awal yang akhirnya bisa menutupi seluruh lobang yang ada di dalam season 1 dan 2 dari serial Kingdom, ini benar-benar episode special dan saking specialnya kita yang pada nonton pun di buat takjub dengan cara penyajian dari film ini, mulai dari pengambilan gambar hingga visual effectnya juga udeh tergolong mantap jiwa.

Dan dengan ini pula film Kingdom: Ashin of the North episode special dari serial Kingdom telah berhasil menjawab satu misteri yang sudah di timbulkan dari season 1 dan 2 di serial Kingdom, tapi tetap saja masih ada misteri lain yang belum terjawab dan kemungkinan akan di jawab pada season ke-3 yang akan datang.


Saya beri nilai 8.7/10 untuk film Kingdom: Ashin of the North as one of the best origin from the Kingdom series and this one is totally great as the opening for the third season.


Quote yang cocok untuk episode special Kingdom: Ashin of the North adalah "Kesalahan satu orang dapat merugikan banyak orang yang tak berdosa!" 


Special Episode Kingdom: Ashin of the North sudah tersedia di Netflix, buruan nonton!




Rabu, 26 Mei 2021

DISNEY'S CRUELLA - REVIEW IN BAHASA


Sedikit curhatan singkat saya mengenai film Disney's Cruella!


Gak usah pakai pembukaan panjang lebar, mari langsung kita bahas 5 hal penting di dalam film ini:

1. Plot

Film Disney's Cruella ini adala satu-satunya film produksi Disney yang benar-benar telah berhasil menyajikan sajian cerita yang sangat rapih di dalam plotnya, dari awal sampai akhir film ini mulus semuluh kulitnya Emma Stone, apalagi ada twist-nyaloh menjelang ending.

Pada dasarnya film yang diadaptasi dari novel classic The Hundred and One Dalmatians terbitan 1956 karya Dodie Smith dan juga adaptasi langsung dari character main villain dari film classic animasi Disney One Hundred and One Dalmatians rilisan 1961 ini mempunyai pola cerita yang cukup sederhana, tapi berhasil di kemas dengan cara yang unik oleh sang sutradara Craig Gillespie. Saking uniknya pengemasan yang di sajikan dalam film ini ya para penonton pada betah duduk di kursinya hingga film selesai.

Jujur pengembangan character Cruella di film ini bisa di bilang ya totally amazing, mulai dari cerita awal Cruella dari lahir, beranjak remaja, hingga menjadi sang Cruella de Vil yang berhati dingin dan penuh dengan hal-hal yang anti-mainstream. 


*******************


2. Cast

Nah ini nih.. 2 Emma berhasil menghidupkan character mereka dengan sangat-sangat baik, especially Emma Stone as Cruella de Vil yang asli memukau penonton dengan pendalaman characternya yang perfectly beautiful, bahkan penonton satu studio pada bilang woow pas Emma Stone tampil sebagai sosok sang Cruella de Vil.

Emma Thompson as Baroness von Hellman pun tampil dengan sangat baik, apalagi actingnya Emma Thompson yang cukup mengintimidasi berhasil membuat character mrs. Baroness hidup sebagai character yang pure evil seperti Cruella de Vil.

Jajaran pemeran pembantunya pun gak kalah bagusnya, khususnya si actress cilik Tipper Seifert-Cleveland yang memerankan character Estella aka Cruella de Vil versi remaja yang juga tampil dengan sangat baik dan cukup memukau.


*******************


3. Cinematography

Cinematographer yang berhasil membuat film Disney's Cruella ini tampil dengan pengambilan gambar yang luar biasa indahnya yaitu sang cinematographer yang juga kemarin sempat terlibat bersama sang sutradara Craig Gillespie dalam penggarapan film I, Tonya rilisan 2017, kali ini Craig Gillespie kembali lagi berkolaborasi dengan Nicolas Karakatsanis dalam film Disney's Cruella ini dan lagi-lagi berhasil memberikan hasil kolaborasi yang baik dalam membuat setiap adegan berasa lebih hidup dan atmosphere di dalamnya juga berasa lebih nyata hingga membuat para penonton betah untuk melihat adegan selanjutnya seperti apa.

Yang membuat saya kaget itu ya ada adegan dimana ternyata menggunakan teknik pengambilan gamar yang sama dengan film 1917 karya sutradara Sam Mendes rilisan  tahun 2020 kemarin, yaitu teknik Single Continuous Shot dengan durasi yang terbilang pendek, tapi halus dalam transisi gambarnya dan indah dalam peletakan posisi angle kameran pada saat pengambilan gambar.


*******************


4. Costume Design 

This is it... 
Disney's Cruella layak mendapatkan Oscar dalam nominasi Best Costume Design, karena film ini benar-benar bertaburan beranekaragam kostume yang keren, unik, indah dan tentunya anti-mainstream.

Apalagi film Disney's Cruella bisa masuk ke dalam the glamorous world of Fashion Holic, banyak desain baju dan kostum yang bisa menjadi tolak ukur para desainer di berbagai negara untuk mengkreasikan desain baru yang ingin mereka buat dengan inspirasi dari film Disney's Cruella ini.


*******************


5. Scoring / Soundtrack

Ada banyak list yang enak dan pas dengan adegan di dalam film ini, musicnya berasa kawin dengan adegannya, apalagi dengan acting sang bintang utamanya juga semakin membuat adegan tersebut berasa emosinya.

Buat menikmat music pasti akan senang ama susunan lagu yang di ada di dalam film Disney's Cruella ini, apalagi music atau lagu yang ada di dalam film ini termasuk classic dan sudah gak asing di telinga para audiophile.


*******************

KESIMPULAN

Film Disney's Cruella ini layak masuk dalam beberapa nominasi di Oscar, bahkan layak juga untuk memenangkan beberapa nominasi di Oscar, khususnya dalam nominasi Best Actress, Best Supporting Actress, Best Director, Best Costume Design, Best Cinematography, Best Original Score, Best Makeup and Hair, Best Film Editing, dan Best Production Design. 

Buat kalian yang ingin sudah rindu ingin menonton film dengan hasil eksekusi yang baik, indah dan memorable, maka kalian sudah benar memilih menonton film Disney's Cruella ini, karena kalian akan mendapatkan sajian film berkelas dan memiliki aura calon pemenang Oscar.

Apalagi buat kalian para penggemar dunia fashion, pasti akan jatuh hati dengan film ini.


Saya berani memberikan nilai 9.8/10 untuk film Disney's Cruella yang akhirnya berhasil mengobati rasa rindu saya dengan film yang di eksekusi hampir mendekati kata sempurna, film ini bahkan tidak memerlukan adegan sadis untuk menjadi film terbaik.


Disne's Cruella is one the best film ever made from Disney, sampai-sampai gak nampak seperti film live-action produksi Disney pada umumnya.


Buruan guys di nonton, wajib nonton di layar gede sih alias wajib nonton di bioskop, apalagi durasinya kurang lebih hampir 2 jam lebih dah.

Film Disney's Cruella highly recommended!!!

Segera di Disney+!




Jumat, 19 Maret 2021

THE FALCON AND THE WINTER SOLDIER - REVIEW IN BAHASA INDONESIA

Sedikit curhatan singkat saya tentang episode pertama dari serial The Falcon and The Winter Soldier. 😁

Ini beneran singkat yo...

Yuk, mari kite bahas 4 hal penting di dalam serial The Falcon and The Winter Soldier - Episode Pertama, silahkan di baca yo dibawah ini:


1. Plot 

Plot pada episode pertama dari serial The Falcon and the Winter Soldier ini ya menggunakan format pondasi plot macam pondasi plot yang di pakai oleh film The Dark and The Wicked, dimana format pondasi plot seperti itu ya maennya ngeslow-burn alias lambat di awal dan mulai hanget pas mendekati ending, walau hangetnya di episose pertama ini masih anget-anget di kisaran 30%nanlah, belon anget banget.

Dan sepertinya serial The Falcon and The Winter Soldier ini ya di episode awal-awal kayake emang di aturnya itu ya plotnya di bakar agak lamban, biar bisa ngebangun characternya dengan baik dan tidak terburu-buru, seperti yang terjadi pada pembangun characternya Wanda Maximoff menjadi seorang Scarlet Witch yang berkesan agak terburu-buru. 

Dan sepertinya nanti di serial The Falcon and The Winter Soldier ini pas memasuki episode 2-3 mulai di angetinnya itu di naikin dikit sekitaran 50-60%, nah maybe pas masuk episode 5-6 baru dah mulai ngegas panasnya ampe 99%nan.

Dan beneran episode 1 ini di manfaatkan dengan sangat baik untuk membangun characternya Sam Wilson dan Bucky Barnes menjadi lebih baik dengan cara yang cukup hati-hati dan tidak terburu-buru, apalagi ini ngemanfaatin sub-plot dari film Avengers: Endgame yaitu dampak kejadian Blip yang akhirnya mulai di explore dengan baik via pembangunan characternya Sam Wilson di episode pertama di serial ini, yang dimana pada serial WandaVision kemarin kurang di explore dengan baik.

Selain ngemanfaatin sub-plot dari film Avengers: Endgame, serial ini juga ngemanfaatin sub-plot dari film Captain America: The Winter Soldier dan Civil War, yang dimana pada episode pertama ini juga mulai di jelaskan dengan baik via pembangunan characternya Bucky Barnes yang harus di hadapkan dengan kenangan dan mimpi buruknya di masa lalu sebagai senjata pembunuhnya HYDRA.


************


2. Cast

Untuk pemainnya sendiri ya seperti biasa, actor Anthony Mackie as Sam Wilson aka The Falcon dan actor Sebastian Stan as Bucky Barnes aka The Winter Soldier ya mereka berdua tampil dengan sangat baik mendalam peran mereka, apalagi kali ini character Bucky Barnes sepertinya di buat campur aduk dikit, jadi character yang riang dan rada kelam pembawaannya.

Selain kedua pemeran utama diatas ya ada juga salah satu actress yang memiliki pemeran sebagai pemeran pembantu di serial ini yang cukup menarik perhatian, yaitu actress Adepero Oduye yang memerankan character Sarah Wilson alias adiknya Sam Wilson di serial ini.


************


3. Cinematography

Episode pertama serial The Falcon and The Winter Soldier ini boleh dikata ya sinematografinya bukan kaleng-kaleng, karena dari setiap adegan yang di tampilkan pasti menampilkan pengambilan gambar yang cukup memanjakan mata dan bisa menghidupkan atmosphere yang campur aduk di episode pertama ini, mulai dari atmosphere kelam, ceria dan tegang itu ya semuanya bisa di hidupkan dengan sangat baik via sinematografinya yang asli cakep kali dah.

 
************


4. Visual Effects (CGI)

Yup, CGI pada episode pertama di serial ini ya masih tergolong minim yang hanya di tampilkan pada menit-menit awal pembukaannya, tapi ya CGInya asli gak ecek-ecek, berasa seperti CGI yang di gunakan pada film Captain America: The Winter Soldier dan Civil War.



************


'KESIMPULAN'

Serial The Falcon and The Winter Soldier episode pertama ini menggunakan format pondasi plot yang slow-burn, so jangan mengharapkan akan banyak hal-hal berbau ledakan dan tembak-tembakan yang membabi-buta, karena pada episode pertama ini ya di gunakan untuk ngebangun character Sam Wilson as The Falcon dan Bucky Barnes as The Winter Soldier yang harus di hadapkan dengan dampak kehidupan personal mereka berdua pasca kejadian The Blip.

Di episode pertama ini kita seperti ingin di tunjukkan bahwa terkadang superhero itu memiliki masalah pribadi mereka masing-masing diluar dari peran mereka sebagai seorang Avengers, tanpa orang lain tahu tentang apa yang mereka dulu pernah alami dan apa yang saat ini mereka sedang alami.

Jujur saja ya, saya pribadi lebih suka cara pembangunan character Sam Wilson dan Bucky Barnes pada episode pertama ini, ketimbang pembangun characternya Wanda Maximoff kemarin di serial WandaVision.

Pada episode pertama saja ini ya serial The Falcon and The Winter Soldier sudah berhasil menunjukkan sisi yang lebih manusiawi dari kedua character utama tersebut, dimana Sam Wilson yang harus di hadapkan dengan  2 pilihan, yaitu melanjutkan apa yang Steve Rogers percayakan kepadanya yaitu untuk menjadi seorang pahlawan Amerika aka Captain America atau harus memilih untuk melanjutkan bisnis keluarganya bersama adiknya yang juga merasakan dampak besar dari 5 tahun belakangan setelah event besar di film Avengers: Infinity War dan Endgame (Masa ketika separuh penghuni alam semesta hilang terkena snapnya Thanos di Infinity War dan muncul lagi gegara snapnya Hulk di Endgame).

Disisi lain ya Bucky Barnes di serial ini juga di buat dengan sangat lebih manusiawi, dimana character Bucky harus di hadapkan dengan seluruh kenangan masa lalunya yang kelam semasa di jadikan senjata pembunuh oleh pihak HYDRA, Bucky di serial ini ngejalanin hidupnya yang sekarang pasca kejadian the Blip dengan banyak hal baru yang belum pernah Bucky dapatkan sebelumnya yaitu menjalani terapi psikologi untuk mengatasi masalah dari dirinya yang dulu sewaktu di manfaatkan oleh HYDRA, mempunyai teman yang umurnya ngobrol yang baru, dan juga membuka lembaran baru bersama seorang wanita setelah apa yang telah dia lalu selama puluhan tahun belakangan.

Dan jika kalian suka dengan konsep slow-burn atau sebut aje melow-drama ala Marvel Studios, maka episode pertama serial The Falcon and The Winter Soldier ini cocok untuk kalian nonton, apalagi kalau kalian emang penggemarnya film-film di Marvel Cinematic Universe, ya itu artinya kalian wajin nonton episode pertama serial ini.

Tapi, kalau kalian carinya aksi ledak-ledakan, tembak-tembakan dan berantem-beranteman yang banyak, ya itu artinya kalian bakalan rada kecewa ama episode pertama dari serial ini, karena pada episode pertama ini aksinya minim, tapi dramanya agak banyak dan malah hampir 70% drama untuk ngebangun kedua character utama Sam Wilson dan Bucky Barnes untuk menjadi character yang jauh lebih baik pada episode berikutnya di serial ini.

Saya pribadi berani beri nilai 8.0/10 ya karena saya melihat episode pertama ini bener-bener di manfaatin dengan baik untuk membentuk characternya Sam Wilson dan Bucky Barnes yang diluar dari apa yang saya harapkan, malah dengan cara slow-burn seperti ini bisa membuat alur cerita di serial ini menjadi lebih baik dari setiap episodenya menuju ending.


So, tunggu apalagi?
Buruan nonton serialnya The Falcon and The Winter Soldier, karena episode pertamanya sekarang sudah dapat kalian nonton di Disney+ hotstar, buat yang mau nonton via jalur ninja juga silahkan dah.


Okay, sekian curhatan singkat saya tentang episode pertama dari serial The Falcon and The Winter Soldier ini, semoga bermanfaat yo. 😉

Jumat, 29 Januari 2021

Penjelasan Timeline X-Men Cinematic Universe (X-MCU) Dalam Bahasa Indonesia

Apakabar sahabat movie lovers dimana pun kalian berada, kali ini saya akan mencoba ngecurhatin dengan cukup singkat dan secara terpisah timeline yang ada di X-Men Cinematic Universe by Fox setelah penayangan X-Men: Dark Phoenix (2019).

SPOILER ALERT!!!

Jika kalian belum menonton X-Men: Dark Phoenix, maka sebaiknya putuskanlah pilihanmu mulai sekarang. 

Tetap terus lanjut baca postingan ini atau tidak sama sekali?

Silahkan tentukan pilihanmu!

Ini curhatan singkat yang saya buat pribadi dari hasil pemikiran sendiri, tanpa maen nyontek ataupun ngecopy bacotan orang lain. 
😉😚😘

**************

Kalau menurut saya pribadi timeline yang ada di X-Men Cinematic Universe itu kurang lebih seperti ini, silahkan dibaca secara seksama:

1. X-Men: First Class (1962) - Timeline utama yang normal dan Logan masih mempunyai cakar alami dari tulang.

2. X-Men: Days of Future Past (1973 ) - Terjadi sebelum event di masa depan mengalami perubahan, jadi disini eventnya masih normal. 

Dimana Mystique berhasil membunuh Bolivar Trask dan Sentinel pun tercipta, yang kemudian berdampak event Days of Future Past di masa depan di tahun 2023.

3. X-Men Origins: Wolverine (1981) - Timeline masih aman mengikuti timeline First Class dan Days of Future Past sebelum mengalami perubahan, jadi disini eventnya itu Logan mengalami proses uji coba adamantium yang dilakukan oleh William Stryker.

4. X-Men: Apocalypse (1983) - Dampak yang ditumbulkan dari perubahan event Days of Future Past, ketika masa lalu di tahun 1973 telah berhasil diubah melalui event Days of Future Past di masa depan di tahun 2023. Dimana Mystique telah berhasil dicegah untuk membunuh Bolivar Trask.

5. X-Men: Dark Phoenix (1991) - Dampak dari perubahan event Days of Future Past di masa lalu dan masa depan, dimana terjadinya perubahan di masa lalu hingga menyebabkan terbangunnya En Saban Nur di tahun 1983 hingga memicu Phoenix Force dalam tubuh Jean Grey terbangun lebih dini, yang berujung pada hilang kendalinya Jean terhadap power cosmic yang super duper besar tersebut di dalam dirinya.

6. X-Men (2000)
7. X2 (2003)
8. X-Men: The Last Stand (2006)
9. The Wolverine (2013)

Trilogy X-Men dari tahun 2000 - 2006 dan The Wolverine tidak pernah terjadi setelah dampak yang ditumbulkan dari event di Days of Future Past yang telah merubah masa lalu dan masa depan secara keseluruhan.

Tapi jika event di Days of Future Past di masa depan yang mengirim Logan ke masa lalu untuk mencegah Mystique membunuh Bolivar Trask tidak terjadi, maka trilogy X-Men tetap berlangsung dan The Wolverine berada di antara timeline normal (Trilogy X-Men 2000an) dan timeline baru (Days of Future Past).

Event di The Wolverine itu sebenarnya masuk dalam timeline normalnya trilogy X-Men 2000-an atau sebut saja sebelum event Days of Future Past terjadi, dimana Logan ingin dikirim ke masa lalu di tahun 1973 demi mencegah terciptanya Sentinel di masa depan di tahun 2023.

10. The New Mutants (2018) - Sepertinya juga akan ikut terkena dampak dari event Days of Future Past yang telah memulihkan timeline, bahkan kemungkinan terkena dampak dari event di Apocalypse dan Dark Phoenix. 

Dimana trilogy X-Men 2000an tidak pernah terjadi sama sekali dan event di The New Mutants terjadi sebelum event di film Logan.

11. Deadpool (2016) - Terjadi setelah event Days of Future Past, ketika masa lalu telah berubah dan masa depan telah diperbaiki sehingga timeline barunya berjalan normal. Dimana trilogy X-Men 2000-an tidak pernah terjadi.

12. Deadpool 2 (2018) - Terjadi setelah event Days of Future Past, sama halnya dengan Deadpool 1.

13. X-Men: Days of Future Past (2023) - Terjadi setelah event di trilogy X-Men 2000-an dan The Wolverine, dimana prof. X akhirnya datang menemui Logan untuk merubah masa lalu demi menyelamatkan kehidupan para Mutants di masa depan dari ancaman Sentinel.

Kemudian masa depan pun ikut berubah dan memulihkan semua timelinenya ketika Kitty Pryde dan Rogue berhasil mengirim Logan dari masa depan ke masa lalu, bahkan semua yang pernah mati di trilogy X-Men 2000-an kembali hidup, karena event di trilogy X-Men 2000-an tidak pernah terjadi sama sekali akibat dari perubahan di event Days of Future Past.

14. Logan (2029) - Terjadi mengikuti timeline baru yang telah dibuat setelah event di Days of Future Past.

Jadi, ya gitu dah timeline X-Men Cinematic Universe yang benar dan cocok menurut saya pribadi, kalau masih rada-rada bingung bacanya harap maklum yo, soale kalau di jelasin lebih detail lagi cukup capek juga dan panjangnya minta ampun dah. 😅

Tapi intinya Days of Future Past itu yang megang peranan penting hingga terjadinya perubahan timeline di X-Men Cinematic Universe (X-MCU).

Dan sekarang kita tinggal menantikan kemunculan para Mutants di Marvel Cinematic Universe (MCU)!

Semoga bisa bermanfaat yo. 👍
#XMEN

Kamis, 17 Desember 2020

WONDER WOMAN 1984 - SPOILER FULL STORY - BAHASA INDONESIA

Tadaa... 
"The time has come, guys!"


--------THIS IS SPOILER --------
---WONDER WOMAN 1984---
------------FULL STORY------------


So buat kalian-kalian yang belum berani untuk kebioskop atau bioskop belum buka di daerah kalian dan kalian sudah gak sabaran pengen tahu secara full cerita dari film Wonder Woman 1984, maka kalian berada di postingan yang tepat.

Karena disini saya akan menceritakan secara full dari awal hingga akhir film dari film Wonder Woman 1984, kalau udeh gak penasaran langsung aja dah lanjut baca.

Ini saya ceritakan dengan singkat ya ceritanya, jadi siapkan dulu tes, cemilan atau makan dah, biar bacanya bisa lebih enak dan bisa langsung ngebayangin sendiri setiap adegan yang ada di dalam film Wonder Woman 1984!

Ini ceritanya singkat, padat dan jelas pakai bangat dah.

Selamat membaca Wonder Woman 1984 versi cerita pendek yo guys!


***************
***************
***************


WONDER WOMAN 1984


Adegan di buka flashback story dari Diana Prince yang menceritakan tentang kisahnya sewaktu masih kecil yang mengikuti perhelatan akbar yang diadakan oleh para Amazonian di dataran Themyscira, dimana perhelatan akbar tersebut menjadi kali pertamanya Diana turut serta dalam kompetisi para atlit dewasa di Themyscira.

Pada perlombaan itu hanya Diana seorang yang menjadi peserta dengan usia yang masih sangat belia dan dia harus bertanding melawan para atlit dewasa yang berusia jauh di atasnya, Diana tanpa rasa takut dia pun berlomba dengan para peserta dewasa lainnya untuk memperebutkan posisi pertama, tapi sayang sekali Diana gagal setelah berhasil melalui 3 jalur cek poin lainnya akibat kelalaiannya yang tidak fokus mengendarai kuda yang dia tunggangi.

Diana nampak sedih ketika gagal pada saat ingin melemparkan tombaknya, dia di anggap gagal akibat curang dengan cara mengambil jalan pintas setelah terjatuh dari kuda yang dia tunggangi. Tantenya Diana sendiri yang menghentikan Diana pada saat-saat terakhir ingin melemparkan tombak tersebut dan Antiope bibinya Diana langsung berkata ke Diana "Tidak ada pahlawan yang lahir dari kebohongan!".

Ratu Hippolyta ibunya Diana pun lalu menghampiri Diana dan memberikan nasehat ke Diana dengan baik tentang kegagalan yang dia alami pada saat itu, Diana nampak sedih dan kemudian layar pun menjadi gelap.


**************


Adegan pun berlanjut ke tahun sekarang tahun 1984 dengan logo WW84 yang tampil di layar, adegan langsung dibuka dengan aksi seorang wanita yang sedang asyik jogging yang hampir di tabrak oleh dua pemuda yang sedang seru-seruan menancap gas mobil barunya, lalu Diana dengan menggunakan zirah khas Amazoniannya menyelamatkan wanita itu dengan menendang mobil kedua pemuda itu dengan pelan.

Setelah itu adegan pun berlanjut mengarah ke mall, terlihat suasana mall yang begitu rame, mulai dari para wanita yang lagi serunya melakukan olahraga aerobik di tengah mall yang menarik perhatian bapak-bapak yang akhirnya melihat bokong para wanita tersebut, hingga menampilkan banyak gaya khas orang 1984 yang cukup nyentrik.

Di mall itu terjadi perampokan, terdapat empat orang perampok dua bertugas untuk masuk ke dalam toko perhiasan itu dan duanya lagi berjaga di luar toko tersebut.

Dua perampok itu memasuki toko perhiasan tersebut, tetapi mereka tahu toko tersebut mempunyai barang selundupan alias black market yang menjual barang-barang antik yang berharga.

Ketika dua perampok tersebut telah berhasil keluar dari toko tersebut, mereka berdua pun mengoper tas yang berisi barang rampokan ke pada dua perampok yang sudah berjaga di luar toko perhiasan tersebut. 

Dan ketika kedua perampok yang berjaga di luar tadi sudah mendapatkan tas tersebut, dua perampok yang dari dalam toko tersebut pun bergegas jalan secepat mungkin setelah mengoper tasnya, akan tetapi kedua perampok yang berjaga di luar toko tadi agak was-was dan gelisah, akhirnya salah satu dari kedua perampok tersebut jalan tergesah-gesah dan menjatuhkan senjata yang dia bawa, kemudian seorang pengunjung mall melihatnya dan berteriak.

Kepanikan pun terjadi dan perampok yang tergesah-gesah itu langsung menyandra seorang anak kecil, lalu mengancam akan membuang anak tersebut ke lantai dasar, tiba-tiba seorang wanita dengan cepat langsung datang dan menangkap anak itu dengan tali yang bersinar. Siapa lagi kalau bukan Diana Prince aka Wonder Woman.

Wonder Woman pun beraksi dengan sangat keren menangkap para perampok tersebut, tapi ketika hendak beraksi Wonder Woman terlebih dahulu merusak semua kamera pengawas yang ada di mall dengan menggunakan Tiaranya (Bandana di kepalanya) layaknya boomerang, guna untuk menutupi identitasnya ketika sedang beraksi. 

Tidak butuh waktu lama Diana menangkap keempat para perampok tersebut, lalu menyerahkan para perampok tersebut kepada polisi dengan cara mengikat dan kemudian melempar keempatnya dari dalam mall menuju ke mobil polisi. 

Lalu adegan di tutup dengan para wartawan yang meliputi aksi sosok wanita misterius yang meringkus perampok di dalam mall.


**************


Beralih keesokan harinya dimana terlihat seorang wanita dengan gaya pakaian yang cukup terbilang unik sedang berjalan cepat menuju ke tempat kerjanya di Institut Smithsonian di Washington, D.C, wanita tersebut adalah Barbara Ann Minerva yang tak lain akan menjadi Cheetah.

Barbara adalah wanita yang lemah lembut, pemalu, sering gugup,  tergesah-gesah dan susah untuk bersosialisasi dengan orang banyak atau sebut saja di kucilkan.

Ketika sedang terburu-buru berjalan menuju ke ruangannya, Barbara lupa menutup tas koper kecilnya dengan rapat, akhirnya berkasnya pun berhamburan, dia meminta mencoba meminta pertolongan orang yang lewat, akan tetapi tidak ada satu pun yang ingin membantunya.

Tidak lama berselang ketika Barbara merapihkan berkasnya yang berantakan di lantai, Diana pun datang dan membantu Barbara,   disitulah pertama kalinya Barbara dan Diana berkenalan.

Barbara pun berusaha untuk mencoba akrab dengan Diana, termasuk mengajak Diana untuk makan siang, Diana pun menanggapi dengan ramah dan mengatakan "mungkin lain kali kita bisa makan siang bersama!", lalu pamit ke Barbara.

Ketika Diana hendak berjalan menuju ke ruangannya, seorang wanita yang bertanggung jawab di tempat Barbara dan Diana bekerja pun datang menghampiri Diana dan kemudian bertanya "Apakah kamu mengenal Barbara Minerva?", lalu Barbara pun menjawab "Ya, saya Barbara...", wanita itu lalu menjelaskan ke Barbara bahwa FBI akan datang membawa barang-barang bukti yaitu barang antik dari kejadian perampokan yang terjadi kemarin di toko perhiasan yang ada di mall.

Diana pun nampak tertarik ketika mendengar hal itu, lalu Diana kembali berpamitan dengan Barbara dan mengucapkan "Semoga harimu menyenangkan!".


**************

 
Berlanjut ke adegan dimana Barbara sedang sibuk mengecek semua barang bukti yang di bawah oleh FBI di labnya, terlihat Diana datang mengunjungi Barbara, lalu melihat-lihat barang-barang antik tersebut.

Barbara di sibukkan dengan satu benda berbentuk batu kristal, dia berusaha membaca tulisan yang tertera di bagian dudukan batu itu, tapi dia sama sekali tidak mengerti karena tulisan tersebut adalah tulisan latin.

Diana pun mencoba membantu dan membaca tulisan tersebut, Diana membaca tulisan latin itu yang berbunyikan "Ucapkanlah keinginanmu sambil memegang batu ini!", sambil bercanda Barbara pun mengatakan hal seperti itu tidak mungkin ada dan Diana pun menanggapinya dengan candaan.

Akan tetapi Diana sambil memegang batu itu dia mengucapkan keinginan terdalamnya yaitu berharap kekasihnya hidup kembali, lalu angin pun seperti bertiup di depan Diana, kemudian kembali mengatakan hal candaan tentang batu tersebut bersama Barbara.

Disinilah awal Diana Prince dan Barbara Minerva menjadi akrab, kemudian berlanjut hingga makan bersama dan saling bercerita satu sama lain tentang diri mereka masing-masing.


**************
**************
**************


Oh iya, biar gak panjang lebar langsung aja ya saya jelaskan yang penting-pentingnya di film Wonder Woman 1984 ini, silahkan kembali di baca dengan baik ya dibawah ini:



Singkat cerita Barbara mendapatkan kekuatannya setelah sempat mengalami pelecehan saat berjalan menuju ke kantornya dan Diana pada saat itu juga hadir menolonngnya, Barbara pun mulai seperti merasa ingin memiliki kekuatan seperti Diana.

Sesampainya di kantornya pada malam hari, Barbara dengan penuh rasa penasaran akhirnya mencoba memegang batu itu sambil mengucapkan apa yang dia inginkan.

Barbara berharap bisa seperti Diana, yang memiliki kekuatan fisik yang kuat, seksi, istimewa dan menjadi pusat perhatian banyak orang, pada saat itu juga angin nampak tertiup di sekitar wajahnya dan dia pun tertidur.


**************


Keesokan harinya Maxwell Lord datang mengunjungi Institut Smithsonian tempat Barbara dan Diana bekerja, Maxwell datang dengan alasan ingin menyampaikan soal akan di adakannya acara Met Gala  dan sekaligus melihat-lihat barang antik yang ada di institut tersebut, pengurus Institut pun menunjuk Barbara menjadi pendamping Maxwell untuk melihat isi institut Smithsonian.

Maxwell tanpa sengaja melihat ada batu yang berbentuk seperti permata tergeletak di meja kerja ruangannya Barbara, dan Maxwell nampak tersenyum ketika melihat batu itu.

Usut punya usut ternyata batu yang terlihat seperti permata berwarna gelap itu adalah barang selundupan milik Maxwell yang tersimpan di toko perhiasan yang sempat di rampok tersebut, batu kuno itu di sebut sebagai Dreamstone, batu yang dapat mengabulkan keinginan setiap orang yang menyentuhnya, satu sentuhan sambil memegang batunya akan mengabulkan permintaan seseorang. 

Maxwell Lord sendiri merupakan seorang pengusaha besar yang memiliki perusahaan kilang minyak yang cukup ternama di Washington, D.C., nama perusahaannya yaitu Black Gold Corporate.

Perusahaan milik Maxwell sudah bangkrut, mulai dari karyawan hingga para investornya sudah pada kabur, bahkan tagihannya perusahaannya pun sudah menumpuk.

Maxwell sangat mencintai anaknya satu-satunya yaitu Alistair, bahkan dia rela melakukan apa pun asal bisa membuat anaknya bahagia.

Dan salah satu tujuan utama Maxwell adalah ingin menggunakan batu kuno tersebut untuk merubah hidupnya, agar dia dan anaknya bisa hidup bahagia.


**************


Keesokan hari pun telah tiba, dimana pada malam itu acara Met Gala di adakan di Institut Smithsonian.

Diana Prince dan Barbara Minerva nampak hadir di acara yang Maxwell adakan tersebut, di acara itu nampak Barbara berhasil menarik perhatian akibat dari keinginannya yang sudah terkabul dari Dreamstone (batu kuno tersebut).

Maxwell pun melihat Barbara dan langsung menggoda Barbara, kemudian mengajaknya bercumbu di ruangannya Barbara saat acara Met Gala sedang berlangsung di Institut tersebut, Maxwell pun akhirnya melihat batu itu, kemudian mengambil batunya saat mencium Barbara.

Saat Barbara dan Maxwell sedang asyik bercumbu, Diana malah nampak seperti orang kesepian, tapi ketika Diana berjalan sendirian nampak seorang pria asing yang menyapa Diana.

Diana berkata "Maaf, aku tidak mengenal anda...", lalu pria itu mengucapkan kata-kata yang sangat familiar di ingatan Diana.

Kata-kata itu hanya Steve seorang yang mengucapkannya ke Diana ketika berpisah, kemudian pria itu memegang tangan Diana dan kembali mengucapkan kata-kata yang membuat Diana langsung tersadar bahwa itu adalah sosok Steve yang sedang memegang erat tangannya pada saat itu juga.


Jadi ceritanya disini si Steve hidup kembali akibat Dreamstone, tapi Steve menggunakan raga orang lain, hanya jiwa dan ingatan Steve yang hidup di dalam tubuh pria itu.


**************


Maxwell akhirnya berhasil mengambil batu itu dan mengucapkan apa yang dia inginkan, dia berharap bisa menjadi batu itu sendiri alias dia ingin menjadi Dreamstone. 

Keinginannya Maxwell pun terwujud dan dia menjadi Dreamstone, dia memiliki kekuatan seperti batu ajaib itu dan setiap orang yang menyentuh Maxwell dan mengucapkan apa yang dia ingin akan terwujud, tapi sebagai imbalannya Maxwell akan mengambil sesuatu yang penting dari orang yang mengucapkan keinginannya tersebut.


**************


Beralih lagi ke adegan selanjutnya dimana Diana mengajarkan segala hal yang baru kepada Steve, mulai dari gaya berpakaian hingga menaiki eskalator menuju kereta bawah tanah, hingga melihat-melihat keadaan kota, mulai dari melihat orang dancing, karya seni di taman hingga melihat museum astronot (NASA) yang ada di Washington, D.C.


**************


Kemudian beralih ke adegan selanjutnya, dimana Maxwell mendatangai kantor investornya dan menghasut investor tersebut untuk mengucapkan apa yang paling dia inginkan sambil di pegang oleh Maxwell.

Si Investor tersebut akhirnya mengucapkan apa yang dia inginkan, tapi sebagai gantinya Maxwell mengambil apa yang paling dia ingin dari si Investor itu.

Setelah itu Maxwell kembali ke kantornya dan mulia melihat semua yang dia ambil akhirnya mulai terwujud satu per satu, kantornya yang tadinya sepi bagaikan kuburan kini mulai hidup kembali dengan banyaknya telpon dari para investor yang ingin menanamkan modalnya ke Black Gold. Akan tetapi setiap Maxwell mengabulkan keinginan dari seseorang, dia merasakan sakit pada bagian kepalanya.


**************


Okay, lanjut lagi ke adegan selanjutnya.. 

Diana dan Steve mendatangi Institut Smithsonian untuk berbicara dengan Barbara dan menanyakan soal batu itu, tapi Barbara mengatakan batunya di pinjam oleh Maxwell, kemudian Diana nampak kesal dan pergi ke kantornya Maxwell bersama dengan Steve guna untuk mencari batu itu.

Sesampainya di kantor Maxwell, Diana dan Steve menggeledah seisi ruangan tempat Maxwell bekerja, tapi mereka tidak menemukan apa pun, yang Diana temukan hanyalah dudukan batu tersebut dan nampak batunya sudah tidak ada.

Ketika Diana mengangkat dudukan batu tersebut dan melihat lebih teliti, Diana kaget melihat dengan jelas tertulis sebuah kata-kata yang dimana tulisan itu adalah tulisan bahasa dari Dewa, Diana pun menjelaskan ke Steve bahwa ada salah satu Dewa yang memang sering membuat benda-benda yang menggunakan elemen universal, yang miliki kekuatan seperti Laso of Truth (Tali kejujuran) yang Diana miliki.

Diana pun langsung menelpon Barbara dan meminta bantuannya Barbara untuk mencari tahu dimana  lokasi batu itu di temukan di Washington, Barbara pun bergegas mencari informasi terkait baru itu.


**************


Beralih ke adegan selanjutnya, dimana Diana kemudian mengajak Steve menuju ke hanggar pesawat dan mencoba pesawat jet untuk mencari tahu pengaruh kekuatan yang di hasilkan oleh batu itu terhadap Steve.

Dan ternyata terbukti betul bahwa batu itu menunjukkan powernya terhadap yang sudah terwujud, dimana Steve langsung bisa paham betul cara menerbangkan pesawat yang Steve tidak pernah pelajari sebelumnya.

Ketika Diana dan Steve mencoba menerbangkan pesawat jet itu, pengawas hanggar melihat mereka bergerak di radar, pengawas pun memerintahkan petugas untuk menghentikan pesawat yang Diana dan Steve sedang gunakan.

Diana pun mencoba kekuatannya untuk membuat pesawat itu tidak terlihat, kekuatannya berhasil saat memegang pesawat itu dan pesawatnya pun menghilang dari radar alias pesawatnya jadi pesawat siluman atau sebut aja tak kasat mata. Kekuatannya Diana itu telah Diana pelajari selama 50 tahun lamanya.

Diana dan Steve pun terbang menggunakan pesawat itu sambil melihat kembang api dari perayaan ulang tahun America pada saat itu juga.


**************


Beralih ke adegan selanjutnya, dimana Barbara yang mencari tahu soal Dreamstone, kemudian telah menyadari sesuatu dan berlari menuju ke suatu tempat, tapi saat berlari Barbara ketemu dengan pria yang sempat hampir melecehkan dirinya itu dan melampiaskan dendamnya dengan amarah yang bergejolak hingga pria itu tidak sadarkan diri.


**************


Beralih lagi ke adegan selanjutnya, dimana Maxwell pergi ke mesir dan bertemu dengan raja minyak mesir untuk merebut kalang minyaknya dengan cara menghasut si raja minyak untuk mengucapkan apa yang dia sangat inginkan, yaitu si Raja minyak menginginkan agar tanah milik leluhurnya di kembalikan lagi dan menjadi miliknya lagi dan tidak ada satu pun orang kafir yang bisa menginjakkan kakinya di tanah perjanjian mesir kuno itu.

Setelah Maxwell mengabulkan permohonan si Raja minyak itu, Maxwell pun mengatakan bahwa dia akan mengambil seluruh kilang minyak milih si Raja minyak itu, tapi Maxwell malah di tertawakan dan si Raja minyak itu menjelaskan ke Maxwell bahwa semua kilang minyaknya sudah di jual ke Saudi.

Sebagai gantinya Maxwell mengambil para pengawal yang mengawali si Raja minyak itu sebagai ganti yang Maxwell ambil, dan pada saat itu juga ada tembok raksasa yang langsung muncul dan membatasi tanah si Raja minyak itu dengan tanah milik para kafir.


**************


Kemudian berlanjut ke adegan dimana Diana dan Steve sedang berada dalam sebuah mobil, lalu tanpa di sengaja Diana melihat sesosok Maxwell di dalam mobil yang sedang melaju dengan cepatnya yang berlawanan arah dengan mereka.

Maxwell pun melihat Diana di dalam mobil itu lalu menyuruh para pengawal itu untuk menyingkirkan Diana, salah satu mobil pengawalnya Maxwell pun akhirnya menyerempet mobil yang Diana dan Steve tumpangi hingga keluar dari jalur jalanan.

Steve pun berusaha mengejar mobil-mobil terebut, tapi karena mobil yang Steve sedang kemudikan jalannya agak lambat, Diana pun akhirnya turun tangan dan mengganti pakaiannya menggunakan zirah amazonnya dan langsung keluar dari mobil dan mengejar Maxwell.


Salah satu mobil pengawalnya Maxwell pun akhirnya menembak dan mengarahkan tembakannya ke Steve yang sedang menyetir, lalu Diana melihat peluru tersebut dan kemudian berusaha menangkap peluru tersebut dengan mengganggu Laso of Truthnya dan melempar peluru tersebut.

Diana kemudian berlari ke bagian depan mobil, lalu mencabut kemudi mobil tersebut sambil berkata "Remnya masih berfungsi, gunakan itu..." dan mobil tersebut langsung keluar dari jalur.

Diana langsung berlari dengan sangat cepat ke arah mobil Maxwell dan melompat ke depan kemudi dan berkata "Maxwell Lord kau membuat dirimu dan semua orang berada dalam bahaya besar, aku ingin kau memberikan batu itu kepadaku, apa yang terjadi pada batu itu?...".

Dan lalu Maxwell menjawab "Kau sedang melihatnya...", Maxwell pun menyuruh pengawalnya untuk menancap gas hingga Diana tidak bisa menahan laju kencang dari mobil tersebut dan terlempar ke jalanan dan menggunakan Laso of Truthnya untuk bisa kembali mendekati rombongan mobilnya Maxwell, lalu Maxwell melihat Diana beraksi sambil mengatakan "Wow...".

Aksi pun mulai memanas, seluruh pasukan pengawalnya Maxwell juga mulai berusaha untuk menghentikan Diana dan kemudian kembali melakukan banyak tembakan yang mengarah ke Diana dan Diana pun berusaha menangkisnya, tapi akhirnya ada satu peluru yang hampir mengenai Diana dan mengikis bagian pundak kirinya Diana.

Diana pun terluka, bahkan Steve dari dalam mobil juga kaget saat melihat Diana terluka, karena hali itu mustahil untuk Diana dan itu pun menjadi pertama kalinya Diana mendapatkan luka di tubuhnya.

Diana akhirnya kembali berlari secepat mungkin sambil menahan lukanya menuju ke mobil pengawal yang menembak tersebut, kemudian melempar pengawal tersebut keluar dari mobil, tapi pengawal lainnya menyadari keberadaan Diana dan kemudian kembali melakukan tembakan. 

Diana kembali mengincar mobil satunya, akan tetapi mobil tersebut dan satu mobil pengawal lainnya berusaha menghimpit Diana yang berada di samping mobil, Diana pun mencoba sekuat mungkin untuk menahan mobil satunya dengan kakinya, tapi Diana merasa tidak kuat menahan mobil tersebut.

Lalu disaat kedua mobil itu mencoba menghimpit Diana, datanglah Steve yang mencoba menghentikan mobil satunya yang ada di bagian kiri, dan Steve lalu mencoba untuk mengambil alih mobil pengawal yang satunya itu.

Diana yang tidak sanggup menahan rasa sakitnya tersebut akhirnya berusah bersembunyi di bawah mobil pengawal yang bagian kanan itu, di saat Diana sedang bersembunyi di bawah mobil itu sambil menahan sakitnya, Diana melihat Steve yang terus mencoba menghindari tembakan sambil mengemudi mobil pengawal yang telah Steve berhasil ambil alih.

Diana lalu berusaha mengumpulkan tenaganya sambil menahan sakitnya lalu melempar mobil dari bawah tempat dia bersembunyi dengan sangat kuatnya, Steve pun tercengang melihat aksi Diana, kemudian Diana melompat ke langit dan Steve memberikan aba-aba ke Diana untuk melaju ke depan menggunakan peluru rudal yang Steve akan lontarkan ke arah depan, Diana langsung menggunakan Laso of Truthnya menangkap rudal itu sambil terbang ke arah depan menuju Maxwell.

Di saat Diana sedang terbang dia melihat ada beberapa anak yang sedang bermain di jalanan tepat di arah mobil rombongan pengawal Maxwell melaju kencang, Diana langsung membuang rudal tersebut ke samping dan mengarahkan Laso of Truthnya ke salah satu tower sambil mengamankan dua anak kecil, tapi Diana merasa tidak kuat memegang kedua anak itu sambil memegang Laso of Truthnya, kemudian Diana terjatuh dan terguling-guling sambil memegang kedua anak-anak itu, mobil rombongan Maxwell akhirnya berhasil kabur dan Steve mengerem dengan cepat ketika melihat Diana terjatuh.

Diana lalu menyuruh warga lokal setempat untuk membawa kedua anak itu, Steve pun turun dari mobil dan melihat Diana berjalan kelelahan sambil menahan sakit di seluruh badannya.

Ketika berjalan menuju ke gang kecil di pemukiman tersebut Diana dan Steve di buat kaget dengan banyaknya Helicopter yang melintas diatas mereka, Diana dan Steve pun bergegas keluar dan melihat ada tembok besar yang muncul membentang jauh di dataran daerah itu, mereka berdua pun bergegas menuju ke pusat kota.

Sesampainya di pusat kota Diana langsung menghubungi Barbara di kantornya dan menanyakan tentang batu itu, Barbara langsung menjelaskan dari mana batu itu berasal, lalu Barbara memberitahukan lokasi tempat dimana batu itu muncul di Amerika, mereka berdua akhirnya janjian untuk bertemu di tempat itu besok pagi.

Steve lalu menanyai Diana bagaimana hasilnya, lalu Diana pun menjelaskan tentang bahaya yang di timbulkan oleh batu itu, yaitu dimana pun batu itu berada maka peradaban di tempat batu itu akan hilang dan musnah tambah sebab yang jelas. Lalu Steve kembali menanyai Diana dengan penasaran "Jadi batu itu.. Apa kau?..", lalu Diana memotong pertanyaan Steve dan Diana berkata "Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan Steve, tapi yang aku harap aku salah dengan itu..".


**************


Keesokan harinya akhirnya Diana dan Steve bertemu dengan Barbara di tempat yang telah Barbara sebutkan sebelumnya, di tempat itu mereka bertiga bertemu dengan seseorang yang mengetahui pasti asal usul tentang batu Dreamstone tersebut.

Orang itu pun menunjukkan buku kuno tua yang menjelaskan tentang asal usul batu tersebut dan dampak yang dapat di timbulkan batu itu, Diana membaca buku itu dan melihat bahwa batu itu dibuat oleh seorang Dewa, yaitu Dewa Kebohongan.

Diana pun menjelaskan dari apa yang dia baca di buku itu, dimana batu Dreamstone akan mewujudkan setiap permintaan orang dengan cepat, tapi tanpa sadar bahwa setiap permintaan itu terdapat jebakan di dalamnya, yaitu batu tersebut akan mengambil hal yang paling berharga dari orang yang melakukan permintaan terhadap batu itu.

Steve lalu ikut menjelaskan dan sadar apa yang terjadi terhadap diri Diana dan berkata "Diana... kekuatanmu...".

Lalu Barbara pun memotong pembicaraan dan berkata "Itu sangat tidak masuk akal, apa yang lebih berharga dari apa yang kau inginkan?", lalu Diana berkata harus menghentikan semuanya.

Kemudian orang yang mengetahui tentang batu tersebut pada saat itu juga langsung berkata "Legenda mengatakan.. Kita hanya bisa menghentikan batu itu dengan cara menghancurkan batu itu dan memberikan kembali apa yang kita inginkan dari batu itu, tapi suku ku tidak dapat melakukan hal tersebut dan berdampak pada hancurnya kultur mereka, terhapus dari beradaban di muka bumi..".

Lalu Diana menjelaskan bahwa batu tersebut sudah hancur, si Barbara langsung kaget dan berkata "Apa.. Kapan?..".

Dan Diana langsung teringat perkataan Maxwell Lord dan berkata "Kau sedang melihatnya, itu yang Maxwell Lord katakan kepadaku.. Mungkin batu itu adalah dia, entah bagaimana dia menjadi batu itu..".

Kemudian mereka berempat semua kebingungan, lalu Steve berkata "Jika kita menghancurkan itu, maksudku dia, maka semua permintaan yang terkabulkan akan kembali hilang.." 

Lalu Barbara berkata "Apa yang kamu bicarakan.. Tidak.. Aku tidak ingin ikut campur hal itu.. Tidak.."

Steve pun berkata "Kalau begitu tarik kembali permintaanmu.."

Barbara pun kembali berkata "Pasti ada cara yang lebih baik.. Tidak.."

Dan Diana pun membetulkan perkataan Barbara sembari berkata "Dia betul... Kita tidak tahu dengan pasti tentang hal itu, yang kita tahu saat ini kita harus menghentikan Maxwell, sebelum mengabulkan banyak permintaan yang lainnya..."

Lalu pada saat Diana dan Steve sedang beradu argumen, Barbara sudah pergi dari tempat itu karena tidak setuju dengan pendapat Steve dan Barbara tidak ingin kembali menjadi wanita yang lemah seperti Barbara yang dahulu.


**************


Berlanjut ke adegan selanjutnya, adegan Diana dan Steve kembali ke apartemen milik Diana, pada adegan ini Steve menjelaskan bahwa dirinya yang hidup kembali di tubuh orang lain adalah hal gila yang pernah Steve alami, bahkan dia memberitahukan Diana betapa dia mencintainya dan Steve tidak sanggup melihat Diana harus menanggung konsekuensinya sendiri.

Namun Diana tidak merelakan jika harus menarik kembali permohonannya, karena Diana tidak ingin kehilangan Steve untuk kedua kalinya. Dan Diana pun berkata ke Steve dengan nada yang sedih "Pasti akan ada cara lebih baik dari itu, Steve!".

Kemudian Diana menuju ke sebuah ruangan kecil, tempat dimana Diana melakukan monitoring semua kejadian di Washington, D.C. via kamera pemantau yang ada di terpasang di sudut-sudut jalan kota Washington, D.C.

Steve pun mengikuti Diana dan kagum melihat isi ruangan tersebut, apalagi ketika Steve melihat ada barang-barang yang tertutupi kain coklat tebal di dalam ruangan itu.

Steve pun bertanya ke Diana benda apa itu yang cukup besar tersebut, saking penasarannya Steve mencoba mengintip sedikit benda tersebut dan Steve melihat ada seperti bentuk sayap dengan warna emas yang terang.

Steve pun berkata "Terbuat dari apa benda itu?..", lalu Diana mengambil Laso of Truth dan menggunakan Laso of Truth untuk menunjukkan kepada Steve tentang sejarah dari benda itu.

Dan seketika lalu Steve melihat kilasan flashback ke masa lalu, masa dimana menceritakan tentang benda tersebut, zirah emas kebanggaan para Amazonian pada masanya.

Lalu Diana menceritakan bahwa zirah tersebut dulunya di pakai oleh seorang amazonian yang rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan para amazonian yang lain agar bisa selamat menuju ke daerah Themyscira, amazonian tersebut bernama Asteria sang pahlawan kebanggaan para amazonian di Themyscira.

Lanjut dari cerita Diana tentang Asteria, zirah tersebut dibuat oleh para amazonian dengan cara mengumpulkan semua zirah mereka agar bisa menghasilkan satu zirah yang kuat dan kokoh untuk menahan dan menghalau serangan dari para penduduk bumi pada zaman itu, dan Asterialah yang berani untuk rela berkorban demi keselamatan para Amazonian menuju ke dataran Themyscira alias Pulau Surga yang tidak dapat di jangkau oleh dunia luar.

Setelah Diana melepas Laso of Truth dari pergelangan Steve, lalu Steve nampak takjub dan berkata "Itu sangat luar biasa!".

Lanjut Diana pun menjelaskan lagi sembari berkata "Ketika aku tiba disini (Washington, D.C.), aku mencari tahu keberadaannya Asteria, tapi yang aku temukan hanyalah zirahnya saja."

Setelah menjelaskan tentang sejarah zirah Asteria, lalu Diana melihat di layar pemantaunya nampak mobil Maxwell Lord sedang mengarah menuju ke Gedung Putih (Istana Kepresidenan Amerika Serikat), Diana dan Steve pun bergegas menuju ke sana.


**************


Di Gedung Putih si Maxwell Lord langsung menuju ke ruangan presiden Amerika Serikat, sementara sang presiden kaget dan heran karena sang presiden seharusnya sedang rapat penting di tempat lain, tapi malah langsung berada di ruangannya di Gedung Putih.

Dan ketika Maxwell bertemu dengan presiden, Maxwell langsung menawarkan sesuatu kepada presiden dengan kata-kata hasutannya yang cukup meyakinkan, malah mengatakan bahwa Tuhan sudah menganugerahkan suatu keajaiban yang dapat mengabulkan seluruh permintaan orang-orang.

Sambil memegang tangan presiden, Maxwell membuat presiden tersebut semakin yakin, Maxwell menawarkan akan mengabulkan apapun yang presiden inginkan terjadi pada saat itu juga, lalu presiden pun mengucapkan keinginannya yaitu presiden meminta senjata nuklir yang siap aktif dalam jumlah yang banyak  untuk bisa langsung muncul memperkuat persenjataan amerika, agar bisa terhindar dari gertakan dan ancaman Uni Soviet. 

Dan sebagai bayarannya, Maxwell pun mengucapkan ke presiden ingin mengambil alih semua hak kekuasaan presiden agar bisa menjadi miliknya, hingga para pengawal kepresidenan Amerika Serikat dan Maxwell pun berhasil mendapatkan itu semua dengan mudahnya.

Ketika Maxwell berjalan menuju keluar dari ruangan presiden, Maxwell melihat sebuah gambar yang menarik perhatiannya dan langsung bertanya ke presiden tentang gambar itu, presiden pun menjelaskan bahwa itu adalah gambar satelit yang bisa menghubungkan semua orang dengan satu jaringan siaran yang kuat ke seluruh penjuru dunia, kemudian Maxwell pun ingin menuju ke lokasi tempat penyiaran itu secepat mungkin.

Diana dan Steve pun juga sudah tiba di Gedung Putih, disana Diana menyapa pria yang mengenal dirinya dan pria itu sebagai seorang pemandu Gedung Putih pun melaksanakan tugasnya yaitu membawa Diana dan Steve berkeliling di Gedung Putih, tapi Diana dan Steve lalu memasuki sebuah ruangan dan meninggal pria itu seorang diri berbicara tentang Gedung Putih sambil jalan tanpa menyadari sama sekali Diana dan Steve sudah tidak ada di belakangnya.

Ketika Maxwell yang di kawal oleh pengawal kepresidenan sedang berjalan di koridor menuju ke lapangan belakang Gedung Putih, Diana dan Steve menghadangnya, lalu Diana meminta Maxwell untuk ikut bersama Diana, tapi Maxwell malah menyuruh pengawal kepresidenan itu untuk menyerang Diana dan Steve.

Diana pun akhirnya secara terpaksa menyerang para pengawal kepresidenan tersebut tanpa perlu melukai mereka semua, hendak ingin kabur, Maxwell langsung ditangkap oleh Diana menggunakan Laso of Truth, Diana pun semakin di tembak tiada henti-hentinya oleh pengawal kepresidenan, sampai akhirnya lagi-lagi peluru hampir mengenai tubuh Diana dan membuat tubuh Diana lecet dan mengeluarkan darah.

Steve pun tidak tinggal diam, Steve langsung membantu Diana dengan peralatan seadanya yang dia temukan di sekitarnya, sampai-sampai Steve juga harus meninju muka salah satu pengawal kepresidenan tersebut dan mengeluh tangannya kesakitan.

Diana dan Steve pun mencoba menghindari tembakan dari para pengawal kepresidenan tersebut dengan cara bersembunyi di salah satu ruangan yang terbuka di samping kiri mereka berdua, disitu Steve melihat Diana sudah berdarah dan mulai kewalahan, Diana lalu berdiri dan menggunakan Laso of Truthnya untuk menangkis tembakan dari para pengawal kepresidenan itu.

Diana yang hendak ingin menangkap Maxwell yang berlari menuju ke ujung pertigaan koridor, malah harus langsung berhadapan dengan Barbara.

Barbara tidak rela kehilangan apa yang sudah dia dapatkan saat ini, yaitu kekuatan dan juga kecantikan serta pamor yang membuat dirinya semakin pede, Barbara pun menghadang dan melawan Diana yang sudah mulai nampak lelah.

Pertarungan antara Diana dan Barbara pun terjadi, dimana Barbara membuat Diana seperti tidak berdaya, malah saat Diana menggunakan hentakan gelombang dari gelangnya pun si Barbara dengan mudahnya langsung menembus gelombang tersebut dan langsung membanting Diana seperti membanting karung berisikan kapas.

Diana pun mulai merasakan sakit pada bagian belakang badannya setelah di banting oleh Barbara, saat Barbara mulai mencemooh Diana yang nampak tidak berdaya, tiba-tiba pengawal kepresidenan dan anggota keamanan Gedung Putih langsung menghampiri Diana dan Barbara sembari menyuruh mereka berdua untuk mengangkat tangannya.

Namu Barbara yang mulai emosi langsung menyerang para pengawal kepresidenan dan anggota keamanan Gedung Putih, saat itu juga Diana yang nampak kelelahan berusaha menyelamatkan mereka setelah di serang oleh Barbara, dan Barbara pun semakin gila menyerang balik mereka semua.

Sementara itu Steve berhasil menangkap Maxwell dan memborgol tangan Maxwell dengan tangannya, sewaktu hendak ingin berjalan Steve langsung di serang oleh pengawal kepresidenan dan langsung terlempar bersama Maxwell ke ruangan tempat Barbara dan Diana sedang bertarung.

Barbara pun melihat Maxwell dan mendekatinya, lalu menghancurkan borgol yang ada di tangan Maxwell dan Steve, kemudian menyuruh Maxwell untuk segera pergi secepatnya.

Diana yang berusaha meyakinkan Barbara akan berbahayanya dampak dari batu Dreamstone, malah tidak di tanggapi dengan baik oleh Barbara.

Barbara lalu kembali menghantam Diana sembari berkata "Yeah, aku bisa mengendalikannya, dan aku tidak akan pernah ingin memberikannya kembali!", kemudian Barbara menendang Diana hingga terlempar ke tembok.

Kemudian Diana yang terlempar di tembok kembali berusaha meyakinkan Barbara sambil menahan sakit yang dia rasakan, Diana lalu berkata "Barbara.. Itu akan merugikanmu...".

Kemudian Barbara balas perkataan Diana "Merugikanku?..",

Diana pun melanjutkan omongannya "Kau adalah orang yang paling pintar dan yang paling beruntung yang pernah aku temui.. Yah.. Kau kuat, tapi kau kehilangan sesuatu... Dimana keramahanmu, dimana keceriaanmu, dimana sifat kemanusiaanmu?... Kau melukai orang yang tidak bersalah.. Barbara kau membuat dirimu...", 

Barbara pun memotong omongan Diana, dan berkata "Lupakan tentang aku... Apa yang merugikanmu, Diana?!",

Diana pun langsung kebingungan dan shock setelah mendengarkan perkataan Barbara, lalu kemudian Barbara melanjutkan perkataannya "Yeah, ternyata benar... Kamu akan terbiasa dengan itu... Jika kamu berusaha mengejar Maxwell Lord atau menyakitinya, dan bagaimana pun itu, aku akan menghancurkanmu, mengerti!",

Kemudian Steve berusaha menyerang Barbara dari belakang tapi malah di lempar dengan mudahnya, lalu Barbara pun melangkah keluar menuju ke Maxwell setelah mengancam Diana.

Steve langsung mendekati Diana, lalu berkata "Diana, apakah kamu tidak apa-apa?.. Sini aku bantu berdiri..", 

Steve sambil memapah Diana berjalan di jalan utama depan Gedung Putih yaitu di jalan Pennsylvania Avenue kaget melihat terjadinya banyak keributan di luar Gedung Putih, lalu Steve pun membawa Diana bersandar di salah satu bangunan yang ada di bagian sisi kanan mereka.

Disitu Steve mencoba menenangkan Diana, kemudian berkata "Aku tahu kamu membutuhkanku, tapi Dunia saat ini membutuhkanmu, Diana...", 

Diana sambil menangis berkata "Aku tidak akan pernah melupakanmu, Steve...",

Lalu Steve juga mengatakan hal yang sama dan mengatakan dirinya bahagia bisa melihat banyak hal baru dan hal yang gila di dunia yang baru ini bersama dengan Diana, Steve merasa semua apa yang dia inginkan sudah tercapai saat ini dan Steve kemudian meyakinkan Diana untuk mengikhlaskan kepergian dirinya.

Sambil menangis Diana menatap mata Steve yang juga mulai mengeluarkan air mata, pada adegan inilah dimana Diana untuk kedua kalinya harus berpisah dengan kekasih hatinya Steve Trevor. 

Sambil menangis, Diana berjalan pincang dan mendengar kata-kata terakhir dari Steve "Aku akan tetap mencintaimu, Diana.. Tidak peduli dimana pun aku berada..", 

Diana juga membalas perkataan Steve dari jauh dengan suara kecil sambil menangis mengatakan "Aku mencintaimu!", kemudian Diana dengan ikhlas langsung mencabut permintaannya sembari berkata "Aku menarik permintaanku kembali!", 

Dan angin pun bertiup didepan Diana, dan pada saat itu juga seluruh kekuatan dan kemampuan yang Diana miliki di kembalikan secara utuh, luka yang Diana alami pun mulai hilang secara perlahan.

Sambil menangis, Diana berlari dengan kencang dan berteriak, lalu melemparkan Laso of Truthnya ke arah gedung tinggi dan melompat menuju ke langit.

Pada adegan inilah Diana mulai mempelajari bahwa dirinya bisa terbang dengan mudah dan Diana bisa menggunakan Laso of Truth untuk mengikat petir yang ada di langit dan menjadikan angin sebagai tumpuan Laso of Truth mengikat sambil terputar-putar dengan kencang.


**************


Beralih ke adegan selanjutnya, adegan dimana Maxwell sudah berada di atas pesawat dan hendak menuju ke fasilitas militer Amerika Serikat, dimana di lokasi itulah presiden menyiapkan tempat untuk melakukan siaran secara besar ke seluruh dunia.

Ketika pesawat hendak mulai lepas landak, Barbara lalu masuk dengan cepat ke dalam cabin pesawat dan langsung duduk di samping Maxwell Lord, disinilah awal mulanya Barbara berharap bisa menjadi predator pemangsa paling teratas di dunia dan Maxwell pun senang dengan apa yang Barbara ucapkan.


**************


Beralih ke adegan selanjutnya, dimana Maxwell dan Barbara sudah tiba di fasilitas broadcast milik pemerintahan Amerika Serikat, disana Maxwell langsung berbicara dengan pimpinan di fasilitas itu dan membuat pimpinan itu mengucapkan keinginannya agar siarannya bisa berjalan dengan lancar hingga mencapai siaran seluruh mancanegara.

Pada saat itu juga Maxwell langsung mengadakan siaran langsung ke seluruh jaringan televisi di berbagai negara, Maxwell langsung menawarkan kepada setiap orang yang sedang menontonnya untuk mengucapkan apa yang paling mereka inginkan, lalu seketika itu juga seluruh orang dari berbagai dunia mengucapkan keinginannya, tanpa tahu apa yang akan di timbulkan oleh keingannya itu. 

Lalu kekacauan pun terjadi dimana-mana, bahkan anaknya Maxwell pun mulai terkena dampak dari kekacauan yang Maxwell timbulkan. Dan Barbara sambil melihat kedahsyatan dari Maxwell pun ikut mengucapkan keinginannya untuk menjadi seorang manusia cheetah.

Sementara itu di luar fasilitas broadcast pemerintahan tersebut, senjata militer nampak menembak secara otomatis ke arah langit karena menangkap ada aktifitas asing yang mengarah ke fasilitas itu, dan memang betul yang mengarah ke fasilitas itu tidak lain adalah Diana yang menggunakan zirah emas bersayap milik Asteria.

Diana pun menghancurkan senjata militer tersebut dengan mudahnya, lalu menyerang para pengawas militer yang sedang berjaga di luar fasilitas.

Tidak berlangsung beberapa lama, Barbara pun melihat aksi Diana yang mencoba ingin menerobos masuk, lalu Barbara menghadang Diana, kemudian Diana kaget melihat sosok Barbara yang sudah tidak nampak seperti manusia lagi.

Barbara muncul dengan tampilan baru dirinya sebagai wanita cheetah, Barbara langsung menyerang Diana dengan sangat kuatnya, bahkan sayap zirah emas Asteria zirah terkuat di dunia buatan para amazonian itu pun mulai hancur sedikit demi sedikit akibat serangan yang kuat dari Barbara sang wanita cheetah.

Ketika menyadari sayap zirah itu tidak mampu lagi menahan serangan dari Barbara, Diana pun melepaskan sayap tersebut agar bisa bergerak dengan bebas dan langsung menyerang Barbara.

Setelah berhasil membuat Barbara lengah, Diana langsung menggunakan Laso of Truth untuk mencari cara menggagalkan siaran langsung yang Maxwell sedang lakukan saat ini, tapi Barbara pun langsung melompat ke arah Diana, dan pertarungan sengit pun terjadi antara Diana dan Barbara sambil menggantung-gantung dari Laso of Truth hingga menggunakan kabel tower listrik.

Setelah beberapa lama bertarung akhirnya Diana dan Barbara terjatuh ke dalam sebuah danau kecil yang terdapat di sekitar luar fasilitas itu, dan untuk yang kesekian kalinya Diana mencoba untuk meyakinkan Barbara agar mau menarik kembali permintaannya, akan tetap Barbara lagi-lagi juga menolak.

Mau tidak mau, Diana yang melihat adanya sebuah kabel listrik bertegangan kuat yang terputus akan jatuh ke dalam danau itu langsung menenggelamkan Barbara hingga membuat Barbara tersengat listrik tegangan tinggi tersebut sambil berkata "Maafkan aku, Barbara", 

Dan Barbara pun tenggelam dan tidak sadarkan diri, sementar Diana sendiri sama sekali tidak merasakan sengatan dari listrik tersebut, kemudian Diana mengangkat Barbara dan meletakkan Barbara di luar fasilitas tersebut.


**************


Setelah mengalahkan Barbara sang Cheetah diluar fasilitas, Diana pun langsung berjalan masuk menuju ke  dalam fasilitas penyiaran milik pemerintah tersebut.

Disana Diana akhirnya bertemu Maxwell Lord yang sedang asyik mengabulkan banyak permintaan orang dari berbagai dunia sambil mengambil keuntungan dari mereka semua, Diana pun mencoba mendekati Maxwell, akan tetap Maxwell tidak bisa di dekati karena Maxwell menggunakan kekuatannya untuk membuat luapan angin di sekitar dirinya agar tidak ada seorang pun yang dapat mendekatinya. 

Diana terus-terusan mencoba bahkan Laso of Truth miliknya tidak bisa menyentuh Maxwell sedikit pun, bahkan ketika fasilitas kamera yang Maxwell gunakan hancur, Maxwell pun masih bisa melakukan siaran dengan cara berdiri diatas alat yang mengirimkan jaringan siaran itu secara langsung.

Diana pun dibuat tidak berdaya karena tidak bisa mendekati Maxwell sedikit pun, bahkan Diana sudah tidak bisa bergerak akibat dari kekuatan yang Maxwell keluarkan pada saat itu.

Maxwell pun langsung menawarkan sebuah permintaan kepada Diana yang sudah tidak bisa bergerak, sembari berkata "Apakah kamu menginginkan dia (Steve) kembali? Katakan saja yang ingin kau katakan.. Kau bisa memilikinya sekarang.. Kau hanya perlu mengucapkan keinginanmu..", lalu Maxwell tertawa dengan lantangnya.

Kemudian Diana mengatakan "Aku tidak pernah menginginkan yang lebih dari itu, tapi dia (Steve) sudah tidak ada, itulah kenyataannya... Dan semua itu mempunyai harga, dan aku tidak mau membayar itu, tidak kali ini lagi..",

Diana sambil menangis melanjutkan perkataannya "Dunia adalah tempat yang indah, seperti itulah seharusnya... Kamu bisa memiliki itu semua, yang kamu perlukan hanyalah kebenaran dan kebenaran itu sudah cukup, kebenaran itu sangat indah.. Jadi lihatlah dunia ini, lihatlah apa yang telah di akibarkan oleh keinginan kalian... Kalian harus menjadi pahlawan, hanya kalian yang dapat menyelamatkan hari ini.. Tarik kembali keinginan dan kamu bisa menyelamatkan dunia ini!".

Disaat Diana mengatakan itu semua, nampaklah dunia yang mulai hancur dengan berbagai kekacauan yang terjadi akibat ulah Maxwell.

Kemudian Maxwell Lord berkata dengan suara yang lantang "Kenapa aku harus melakukan itu?.. Sekarang adalah giliranku.. Dunia menjadi miliki, kau tidak dapat menghentikanku dan tidak ada satu pun yang bisa menghentikanku..".

Diana pun langsung menjawab apa yang Maxwell katakan "Aku sedang tidak berbicara kepadamu, Maxwell..",

Lalu Maxwell pun melihat Laso of Truth sedang mengikat bagian betis kanannya dan Maxwell nampak kaget, Maxwell pun berteriak tidak jelas.

Kemudian Diana melanjutkan kata-katanya "Aku sedang berbicara kepada semua orang... Karena bukan hanya kamu sendiri yang pernah mengalami penderitaan, kita semua pernah mengalaminya, kita tidak menginginkan hal itu kembali... Tidak ada yang perlu kita takutkan lagi, atau kesepian, atau diabaikan, atau tidak berdaya.. Karena bukan hanya kamu sendiri saja yang membayangkan dunia ini bekerja, semuanya memikirkan hal yang berbeda...",

Diana kembali melanjutkan kata-katanya demi membuat Maxwell dan seluruh orang di dunia bisa kembali sadar akan apa yang telah mereka lakukan saat itu, dan kemudian Diana berkata ke Maxwell "Apakah kau lihat kebenarannya?".

Maxwell pun melihat dunia yang kacau balau, dimana-mana terjadi kekacauan, peperangan dan akhirnya Maxwell melihat anaknya sendiri si Alistair yang berteriak seorang diri kebingungan di tengah kekacauan yang mengancam nyawanya.

Dan pada saat itu juga Russia dan Amerika Serikat sama-sama melancarkan serangan dengan melepas senjata Nuklir mereka dan menarget satu sama lain, kemudian Maxwell melihat terus anaknya yang seorang diri terus memanggil ayahnya. 

Lalu Maxwell juga meneriakkan nama anaknya, kemudian mengharap Diana agar menyelamatkan anaknya, sembari berkata "Tolong anakku, aku mohon... Tolong Alistair!", lalu Diana membalas perkataan Maxwell "Aku tidak bisa melakukannya, cuma kamu yang bisa, Maxwell!",

Setelah itu Maxwell langsung tersadar dan mengatakan "Aku menarik permintaan kembali.." , kemudian Maxwell bergegas keluar dari fasilitas itu dan kembali pulang ke Washington, D.C, untuk menyelamatkan anaknya.

Dan pada saat itu juga semua kekacauan kembali normal, semua keinginan orang di berbagai negara telah di tarik dan keadaan pun berangsur-angsur membaik.

Maxwell pun juga kembali bertemu Alistair anaknya, pada adegan ini Maxwell mengucapkan betapa dia tidak ingin kehilangan anaknya satu-satunya, anak yang bisa membuat hidupnya jauh lebih indah dari apa pun yang ada di dunia ini.


**************


Kemudian adegan berlanjut lima bulan setelah kekacauan yang Maxwell telah timbulkan pada bulan Juli yang lalu, dimana pada adegan ini sudah memasuki hari Natal, adegan memperlihatkan kebahagian semua orang pada hari itu dan kemudian Diana melihat seorang sosok pria tampan, pria itu adalah pria yang tubuhnya pernah di pakai oleh Steve Trevor kekasih Diana saat jiwanya hidup kembali akibat dari Dreamstone.

Kemudian layar pun menjadi gelap dan musik pengiring dari Hans Zimmer pun mulai di putar!


**************


Eiiitss tunggu dulu...
Masih ada satu adegan lagi guys...
Adegan after-creditsnya adaloh..

Adegan itu menunjukkan suasana di tahun antara 1984 dan tahun 1990an, dimana pada saat itu di sedang berlangsung semacam acara bazar bunga.

Dan pada adegan itu terlihat sesosok wanita berjubah biru yang menahan kayu besar yang hampir menimpah bayi dan ibunya, lalu ibu dari bayi itu mengejar wanita berjubah biru itu dan mendekatinya, kemudian menanyakan siapa namanya dan wanita berjubah biru itu kemudian menjawab "Namaku Asteria..",

Lalu Asteria menjelaskan sedikit tentang dirinya kemudian kembali berjalan dan tersenyum ke pada ibu bayi itu ketika ibu bayi itu mengucapkan terimakasih kepada Asteria.

Dan layar pun kembali hitam... 

Habis dah.

Kalau suka silahkan di bagikan ya, jangan lupa beri komentarnya dibawah ya. 😁😁😁

Dan mohon maaf kalau ada kata-kata yang agak susah di mengerti ataukah ada kata-kata yang typo, maklum ngetiknya cuman pakai hp dan auto correctnya aktif di keyboard hp. 😅

Okay, sekian dan salam penikmat SPOILER!!! 
😎😎😎